Latest Entries »

Kapur akan larut dalam larutan sukrosa membentuk kalsium sakharat. Berikut adalah bentuk sakharat dingin (Hartmann, STR, 1974) :
View full article »

Advertisements

Penggunaan kapur untuk bahan pembantu proses pemurnian nira tebu sudah diawali sejak lebih dari 300 tahun yang lalu dan sampai dengan saat ini belum ada bahan lain yang bisa menggantikannya. Batu kapur atau batu gamping diambil dari gunung-gunung gamping yang tersebar di berbagai daerah. Komponen utama batu gamping adalah calcium carbonate (CaCO3). Calcium carbonate kemudian dipanaskan dengan suhu sekitar 1200 derajat Celcius sehingga didapatkan kapur tohor dengan rumus kimia CaO. Reaksi peruraian yang terjadi adalah sebagai berikut :
View full article »

Pabrik Gula (PG) mempunyai fungsi utama untuk memisahkan gula, dalam hal ini sukrosa, dan bukan gula yang ada di batang tebu kemudian mengkristalkan sukrosa tersebut sehingga dihasilkan produk gula pasir atau gula SHS. Pada proses pengolahan gula di PG, nira tebu diberi treatment fisis dan khemis secara bergantian atau terkadang bersama dengan mempertimbangkan sifat sukrosa dan fungsi setiap perlakuan. Salah satu treatment khemis adalah penggunaan bahan kimia pembantu proses di beberapa stasiun di PG.

Berikut adalah bahan kimia pembantu proses yang biasa digunakan di PG penghasil gula SHS :
1.Kapur.
Biasanya digunakan dalam bentuk susu kapur (CaO) untuk proses pemurnian nira mentah, yaitu pada proses defekasi. Kapur juga kadang digunakan untuk preliming di stasiun gilingan

2.Belerang
Digunakan dalam bentuk SO2 untuk proses pemurnian nira mentah, yaitu pada proses sulfitasi. Selain itu belerang juga digunakan untuk proses bleaching nira kental.
View full article »

Pabrik Gula (PG) merupakan salah satu industri di sektor perkebunan yang menghasilkan jenis-jenis gula produk seperti : gula SHS, raw sugar dan gula rafinasi. Fungsi utama PG adalah memisahkan gula dan bukan gula dari batang tebu, kemudian mengkristalkan gula menjadi gula produk.

PG yang menghasilkan gula produk berupa SHS ( atau Superior Hoofd Suiker – bahasa Belanda ) atau lazim kita sebut gula pasir, umumnya memiliki beberapa stasiun proses yaitu : stasiun gilingan, stasiun pemurnian, stasiun penguapan, stasiun masakan, stasiun puteran, bagian finishing, serta bagian boiler dan turbin. Selain itu ada beberapa bagian/stasiun penunjang seperti emplacement, laboratorium gula, gudang gula dan IPAL.