Pabrik Gula (PG) mempunyai fungsi utama untuk memisahkan gula, dalam hal ini sukrosa, dan bukan gula yang ada di batang tebu kemudian mengkristalkan sukrosa tersebut sehingga dihasilkan produk gula pasir atau gula SHS. Pada proses pengolahan gula di PG, nira tebu diberi treatment fisis dan khemis secara bergantian atau terkadang bersama dengan mempertimbangkan sifat sukrosa dan fungsi setiap perlakuan. Salah satu treatment khemis adalah penggunaan bahan kimia pembantu proses di beberapa stasiun di PG.

Berikut adalah bahan kimia pembantu proses yang biasa digunakan di PG penghasil gula SHS :
1.Kapur.
Biasanya digunakan dalam bentuk susu kapur (CaO) untuk proses pemurnian nira mentah, yaitu pada proses defekasi. Kapur juga kadang digunakan untuk preliming di stasiun gilingan

2.Belerang
Digunakan dalam bentuk SO2 untuk proses pemurnian nira mentah, yaitu pada proses sulfitasi. Selain itu belerang juga digunakan untuk proses bleaching nira kental.

3.Fosfat
Fosfat soluble digunakan untuk membantu proses pemurnian nira mentah. Fosfat akan berikatan dengan kalsium dari susu kapur membentuk kalsium fosfat dan menjadi inti endapan dalam proses defekasi.

4.Flokulan
Merupakan jenis polimer sintetis yang digunakan untuk mengoptimalkan flokulasi di clarifier.

5.Soda
Jenis soda yang digunakan di PG ada 2, yaitu soda abu dan soda kaustik. Soda abu umum digunakan untuk water treatment air ketel (menaikkan pH), sedangkan soda kaustik digunakan untuk chemical cleaning evaporator.

6.Surfaktan
Umumnya digunakan di stasiun masakan untuk membantu memproses bahan masakan low grade (kualitas rendah).

7.Fondant atau slurry
Digunakan untuk bibit masakan D.

8.Enzim dektranase dan enzim amylase
Enzim dektranase digunakan untuk mengatasi keberadaan dektran di nira, sedangkan enzim amylase digunakan untuk mengatasi keberadaan amilum/pati di nira. Seperti diketahui bersama bahwa adanya dektran dan amilum yang cukup tinggi di dalam nira dapat menyebabkan kesulitan dalam proses pengolahan nira dan dapat menimbulkan bias analisa.

9.Biosida
Biosida, terutama bakterisida dan bakteriostatis, kadang digunakan untuk memaksimalkan proses sanitasi di stasiun gilingan.

Di PG rafinasi, ada beberapa tambahan bahan pembantu proses selain yang sudah disebutkan diatas, yaitu : CO2, filter aid, resin, dan sebagainya.
Insya Allah di postingan berikutnya akan saya bahas satu persatu bahan pembantu proses tersebut.